Anda ingin merekap semua data Faktur Pajak (eFaktur) baik Masukan maupun Keluaran tanda buang banyak waktu input manual satu persatu? Simak tips Excelku berikut ini tentang bagaimana cara mendapatkan rincian data yang ada pada suatu Faktur Pajak (eFaktur) hanya dengan menggunakan Rumus Excel 2013.

[scis id=”1″ align=”center”]

Pendahuluan

Teknologi Informasi berkembang sangat pesat, pekerjaan yang sebelumnya dilakukan secara manual dan boros waktu dalam pengerjaannya sekarang tidak lagi sebagai kendala. Di era digital ini langkah-langkah besar dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dalam menata dan mengelola sistem administrasi perpajakan dengan memanfaatkan kemajuan Teknologi Informasi. Tidak hanya SSP serta SPT saja, Faktur Pajak pun sekarang sudah dalam bentuk elektronik. Faktur Pajak dalam bentuk elektronik ini dinamakan eFaktur. Setiap eFaktur yang diterima haruslah Valid dan sudah diapprove oleh DJP.

Validitas Faktur Pajak

Seluruh data Faktur Pajak (eFaktur) tersimpan dengan aman pada server DJP dan dapat diakses informasinya melalui jaringan internet. Setiap Faktur Pajak dibuat dengan Aplikasi eFaktur.  Sebagai bukti bahwa Faktur Pajak (eFaktur) telah divalidasi atau disetujui oleh DJP adalah ditandai dengan adanya QR-Code.

Berikut ini contoh QR-Code:

QR-Code Excelku dot com

QR-Code di atas menyimpan suatu informasi. Misal QR-Code di atas bila dipindai maka akan muncul teks “https://www.excelku.com” QR-Code yang tercetak pada lembar Faktur Pajak menyimpan informasi ke suatu URL yang dimiliki oleh DJP. Data pada fisik dengan server seharusnyalah sama.

Cara untuk mengetahui apakah suatu Faktur Pajak berstatus Valid dan Sah adalah dengan cara melakukan pembacaan QR-Code (ada pada sisi kiri bawah dari lembar Faktur Pajak) baik dengan alat scanner khusus maupun berbantuan aplikasi QR-Code reader yang tertanam pada Smartphone atau PC Anda. Dari hasil pembacaan tersebut didapat URL tertentu yang ketika diakses oleh web browser maka muncul data rincian dari Faktur Pajak yang dimaksud.

Apabila data yang tertera pada lembar cetakan Faktur Pajak (fisik) yang dilakukan pembacaan QR-Codenya adalah sama dengan data yang ada pada server DJP (akses pada suatu URL) maka dapat dipastikan hasil cetak Faktur Pajak tersebut adalah Valid dan Sah (telah diapprove oleh DJP).

Tips: Penerimaan Faktur Pajak dalam bentuk file PDF yang dibuat langsung dari aplikasi eFaktur (bukan hasil scan fisik faktur pajak) akan jauh lebih aman mengingat didalamnya disematkan sebuah signature yang hanya ada bila PDF tersebut dibuat melalui Aplikasi eFaktur. Selain juga mempermudah pembacaan karena resolusi terbaik dan original. Namun sepanjang hasil scan dapat terbaca URL-nya dan sinkron dengan cetakan fisiknya seharusnya tidak menimbulkan masalah.

Rekapitulasi Data Faktur Pajak Masukan maupun Keluaran (eFaktur)

Selama ini data penjualan maupun pembelian tersimpan dengan rapi pada aplikasi pembukuan atau akuntansi. Mulai dari data lawan transaksi sampai rincian produk ataupun jasanya. Seringkali (untuk keperluan analisa) data yang ada pada aplikasi tidaklah mudah untuk diambil, menu laporanpun terbatas dan telah ditentukan. Mempunyai akses pada database yang dapat dijangkau oleh Microsoft Excel akan sangat membantu untuk keperluan analisa atau penyajian informasi lain yang bersifat dinamis dan fleksibel. Misal fiter data pembelian pada suatu vendor tertentu pada suatu periode tertentu, filter data pembelian suatu item barang tertentu, dan masih banyak lagi. Setelah URL didapat, langkah untuk pembuatan database eFaktur (baik Faktur Pajak Masukan maupun Keluaran) jadi semakin mudah. Berbagai cara dapat dilakukan (menggunakan Microsoft Excel) untuk mendapatkan data rinci atau isi dari suatu Faktur Pajak yaitu memanfaatkan VBA, Power Query dan bahkan Rumus bawaan dari Excel (minimal Excel 2013). Dan pada tulisan ini Excelku hanya akan membahas kaitannya dengan cara rumus excel 2013.

Tarik Data eFaktur Menggunakan Rumus Excel 2013

Microsoft Excel 2013 telah menambahkan beberapa Fungsi baru (kategori:Web) yaitu Fungsi ENCODE, Fungsi FILTERXML, serta Fungsi WEBSERVICE. Terimakasih untuk Microsoft. Fungsi ini semakin menjembatani Excel dengan dunia Internet. Excelku meyakini fungsi ini akan semakin luas digunakan di masa mendatang. Lalu bagaimana rumusnya untuk mendapatkan suatu informasi yang diperlukan? Misal apakah Faktur Pajak yang diterima adalah Valid dan telah disapprove oleh DJP, atau hal lainnya seperti nama penjual, nama lawan transaksi, jumlah DPP, jumlah PPN dan masih banyak informasi lainnya yang seharusnya ada pada suatu Faktur Pajak (Cek Pasal 13 UU PPN). Misal yang diinginkan adalah informasi tentang data status approval, maka gambaran Rumus Excelnya adalah sebagi berikut:

=FILTERXML(WEBSERVICE(B2) ,"//statusApproval")

B2 berisi suatu URL seperti ini: http://svc.efaktur.pajak.go.id/validasi/faktur/123dst… Lebih lanjut mengenai aturan penggunaan masing-masing Fungsi tersebut dapat dilihat pada halaman Help-nya masing-masing Fungsi. Bila Rumus Excel tersebut di atas berjalan dengan lancar dan normal maka rumus tersebut akan menghasilkan nilai dari bagian file xml yang terkait yaitu “Faktur Valid, Sudah Diapprove oleh DJP”. Silakan dicoba untuk informasi lainnya dari URL eFaktur yang didapat dengan mengubah xpath-nya. Setelah memahami penggunaan Fungsi WEBSERVICE & Fungsi FILTERXML, maka dapat diterapkan sebagai sarana bantu dalam pembuatan skema impor eFaktur maupun untuk pembuatan database eFaktur dengan informasi yang lebih lengkap).

Ingat, tulisan ini hanya untuk menginformasikan bahwa dengan Rumus Excel bawaan dari Excel (2013) kita dapat menarik data dari suatu web (format xml). Dalam prakteknya Anda mungkin perlu cara paling efektif dan efisien. Solusi dengan Power Query (saja) atau VBA dapat sebagai pertimbangan. Demikianlah yang dapat Excelku sampaikan tentang Cara Menarik Data Faktur Pajak (eFaktur) dengan Rumus Excel 2013. Apabila ada yang kurang jelas atau menemui kesulitan dalam pembuatan Rumus Excelnya jangan ragu untuk bertanya pada kolom komentar yang tersedia. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.